Langsung ke konten utama

Hi, Nineteen!!

Ini seperti menjadi sebuah kebiasaan,
Aku berlari ke dunia ini di setiap bertambahnya umurku.

Bertambahnya angka pada umurku, namun berarti berkurangnya sisa hidupku. Begitu bukan?

Aku tak ingat betul tentang apa yang ku tuangkan tahun lalu,
tak ingat juga, apa ia masih di publikasikan di blog ini atau sudah masuk ke dalam draf-ku
tak ingat bukan berarti mereka tak spesial,
hanya saja, Aku terlalu pelupa untuk kembali mengingat kejadian lampau,
itu sebabnya mengapa Aku suka menuliskan perasaanku.

Jadi, jika aku ingat hal kecil pada kalian, artinya kalian jauh lebih dari pada spesial.

Hari ini aku tepat berumur 23 tahun, umur yang tak begitu tua namun juga tak lagi muda.
Di umur ini pada akhirnya aku memulai apa yang seharusnya aku sudah mulai dari beberapa tahun yang lalu.
Bimbang berkepanjangan, rasa malas yang secara tak sengaja ku Agungkan, akhirnya mereka semua musnah dan berakhir pada 1 keputusan.

Yap!!! Akhirnya aku berhasil membujuk diri ini untuk kembali melanjutkan sekolahku!!

Setelah bimbang bidang mana yang harus ku pilih, pilihan tak terduga jatuh kepada Pendidikan bahasa.
Bukan bahasa Indonesia seperti yang ku suka.
Tiba-tiba aku menekuni Pendidikan Bahasa Asing, dengan dalih;
"siapa tau aku bisa memperkenalkan bahasaku kepada dunia luar?"
haha dalih yang sangat naif.

Tahun ini jelas masih diawali dengan beberapa drama,
drama yang paling sempat amat sangat ku pikirkan adalah kehilangan teman.
Sosok yang ku anggap lebih dari spesial, lebih dari sekedar teman.
Tapi ya, manusia berubah, mungkin begitu adanya.

Aku pun sempat marah dan canggung ketika kami berbaikan.
Namun sekarang, yaa ku biarkan mengalir apa adanya.
Jika nanti salah satu dari kalian membaca ini, 
dengar, bukan Aku tak mau lagi berlaku seperti dulu,
Aku mencoba, namun rasa canggung masih ada dalam diriku.
Kalian tau betul seperti apa Aku, Aku tak pandai dalam bergaul.

Tiba-tiba tulisan ini menjadi forum pengungkapan perasaan.
yaaa meski memang begitu biasanya hahha


Awal tahun boleh diisi dengan beberapa drama,
tapi di awal 23 tahun ini, apa boleh di isi dengan hal hal bahagia?

haha banyak mintanya..

Boleh Aku sampaikan harapanku disini?
Tidak muluk-muluk, Aku hanya ingin jauh lebih bisa menghargai diriku.
Mencintai apa adanya diriku, dan menerima segala kurangku.
Aku ingin menjadi lebih baik setiap harinya, tapi tanpa menjatuhkan dan menilai rendah diriku sendiri.

Btw, tulisan ini berujung menjadi tak jelas.
Jujur aku tak mendapat feel-nya.
Tapi yasudah..
Intinya....

Happy 23 for me!!!!
I hope I can be the one who loves myself sooooo much!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Last Meeting Theory

  Last Meeting Theory   Kata orang, kita tidak akan pernah tahu kapan sebuah pertemuan akan menjadi yang terakhir kalinya. Theori itu seolah menampar kehidupanku satu per satu. Ia, pertemuan terakhir- tak pernah datang dengan aba-aba, tetapi ia datang selayaknya hari biasa, -yang kemudian menjadi penyesalan yang luar biasa .       Bagian Satu, Mama. Tahun lalu, saat Ramadhan aku pulang. Ku pikir, itu akan cukup untuk menggantikan momen lebaran.   Ku pikir, tiga hari menghabiskan waktu bersama akan cukup untuk mengisi rindu. Ku tawari dia ini dan itu, namun ia tak mau. Ku turuti maunya, lalu kembali pulang -ke rantauan, sambil membawa ijin akan sebuah hobi, yang tadinya tak ia percayai.                             Andai aku tahu bahwa itu lebaran terakhir bersamanya,       ...

Jingga dan senja, adalah kolaborasi yang sempurna.

Kamu tahu jingga? Iya,  jingga adalah warna yang ceria. Warna yang melambangkan kehangatan, kenyamanan dan persahabatan. Setidaknya begitulah arti jingga bagi kebanyakan orang. Namun bagiku,  jingga lebih lengkap dari itu. . . . Dalam jingga,  aku tidak hanya melihat beribu keceriaan, namun juga sejuta senyuman. Olehnya,  orang yang memperhatikannya,  ia tarik kedalam kebahagian, ia ajarkan caranya memberikan senyuman. Perihal kehangatan dan kenyamanan,  jingga dan senja memang juara.  Warna merah yang bercampur kuning itu,  mampu menghipnotisku. Membuatku merasa nyaman dan tentram ketika menikmatinya. Sedangkan tentang tersahabatan, jingga memang sudah lama bersahabat denganku. Dari sebelum aku tahu,  apa sebenarnya jingga itu. ... Berbeda dengan jingga,  senja memiliki arti yang begitu luas bagi orang-orang. Ada yang menilainya romantis,  melankolis, juga puitis. ... Senja,  adalah penghantar dari siang menuju malam...

Goresan pena

Jakarta, 31 maret 2019. Tahun kedua di part merantau yg kedua kalinya. Haha . Part kedua.. macam film terkenal yg naik daun lalu membuat bagian² lainnya. Merantau kali ini kalau di ingat², sebenarnya saya merasa bahwa kali ini adalah merantau yg sesungguhnya. Bagaimana tidak? Saya pernah berfikir bahwa merantau kali ini akan jauh lebih mudah dari sebelumnya. Karena saya fikir saya punya tempat untuk bernaung. Tidak perlu saya memikirkan biaya kost, bagaimana atur keuangan untuk makan dan transportasi, atau hal² serupa. Karena saya punya tempat bernaung, dan saya punya tempat bergantung. Begitu pikir saya dahulu. Dan ternyata, semua jauh dari perkiraan saya. Saya lupa, bahwa dari dulu saya tidak pernah membiarkan diri saya untuk menggantungkan diri pada orang lain. Sebab saya tahu, pasti akan sakit rasanya. Dan benar saja, kejadian demi kejadian terjadi. Dan saya ditinggalkan sendiri. Dengan keadaan yg benar² saya benci, saya dibiarkan sendiri. Menjadi seorang y...