Langsung ke konten utama

Jingga dan senja, adalah kolaborasi yang sempurna.

Kamu tahu jingga?

Iya,  jingga adalah warna yang ceria. Warna yang melambangkan kehangatan, kenyamanan dan persahabatan. Setidaknya begitulah arti jingga bagi kebanyakan orang.

Namun bagiku,  jingga lebih lengkap dari itu.

. . .

Dalam jingga,  aku tidak hanya melihat beribu keceriaan, namun juga sejuta senyuman. Olehnya,  orang yang memperhatikannya,  ia tarik kedalam kebahagian, ia ajarkan caranya memberikan senyuman.

Perihal kehangatan dan kenyamanan,  jingga dan senja memang juara.  Warna merah yang bercampur kuning itu,  mampu menghipnotisku. Membuatku merasa nyaman dan tentram ketika menikmatinya.

Sedangkan tentang tersahabatan, jingga memang sudah lama bersahabat denganku. Dari sebelum aku tahu,  apa sebenarnya jingga itu.

...

Berbeda dengan jingga,  senja memiliki arti yang begitu luas bagi orang-orang. Ada yang menilainya romantis,  melankolis, juga puitis.

...

Senja,  adalah penghantar dari siang menuju malam.  Ia datang hanya sebentar,  namun dengan beribu makna dan pelajaran.
..
Senja,  terselip antara sore dan malam.  Yang membuat kebanyakan orang berfikir,  "apa itu senja?  Bukankah ia sama dengan sore hari?"

...

Yaa,  senja memang sama dengan sore hari.  Ia adalah bagian penting darinya.

...

Lalu,  apakah benar jingga dan senja adalah kolaborasi yang sempurna?
..

Ya..  Itu menurut asumsiku.. Entah bila  menurut dirimu..

...

Menurutku, jingga dan senja saling melengkapi satu sama lain..

Jingga yang datang dengan segala keceriaannya,  bertemu dengan senja,  yang menurut kebanyakan orang mengandung kesedihan dibaliknya.

. . . .

Entah,  dari mana asal-muasal pemikiran bahwa senja mengandung kesedihan dibaliknya. Padahal,  jika dilihat,  senja itu indah.  Bukan hanya secara rupa,  namun juga tentang maknanya.

Senja, tak pernah iri hati terhadap siang ataupun malam, meski durasi yang dimilikinya hanya sebentar. Ia mengajarkan kita arti ke ikhlasan,  tentang bagaimana caranya tetap terlihat,  meskipun tak memiliki waktu yang banyak.

. . .

Senja, ia indah, dan selalu konsisten terhadap kehadirannya.

. . 

Ia romantis,  dan mengajarkan begitu banyak makna.

...

Jingga, si ceria yang selalu menghipnotis dunia.

...

Menebar senyuman,  dan menunjukan arti kebahagiaan.

....

Jingga dan senja, adalah kolaborasi yang sempurna antara sebuah keceriaan dan ketulusan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Last Meeting Theory

  Last Meeting Theory   Kata orang, kita tidak akan pernah tahu kapan sebuah pertemuan akan menjadi yang terakhir kalinya. Theori itu seolah menampar kehidupanku satu per satu. Ia, pertemuan terakhir- tak pernah datang dengan aba-aba, tetapi ia datang selayaknya hari biasa, -yang kemudian menjadi penyesalan yang luar biasa .       Bagian Satu, Mama. Tahun lalu, saat Ramadhan aku pulang. Ku pikir, itu akan cukup untuk menggantikan momen lebaran.   Ku pikir, tiga hari menghabiskan waktu bersama akan cukup untuk mengisi rindu. Ku tawari dia ini dan itu, namun ia tak mau. Ku turuti maunya, lalu kembali pulang -ke rantauan, sambil membawa ijin akan sebuah hobi, yang tadinya tak ia percayai.                             Andai aku tahu bahwa itu lebaran terakhir bersamanya,       ...

Happy Birthday ❤

. . . . . . . Jakarta, 22 Maret 2018. Saya tidak menyangka, bahwa ternyata perkenalan kita mampu menembus waktu hingga saat ini . Ini adalah momen kesekian kalinya saya diberi kesempatan oleh Sang Pencipta untuk ikut turut bersyukur, bahwa dihari ini, tepat 21 tahun yang lalu, Sang Pencipta mulai memberi kehidupan kepada seorang anak yang luar biasa. Seorang pria yang tiada lelah membuat saya berfikir, betapa Maha Hebatnya Tuhan karena telah menciptakan sosok pria sepertinya. . . Tuan, mungkin perkenalan kita bisa dibilang belum terlalu lama. Masih butuh beberapa waktu lagi untuk menjadikannya terlihat lama. Tapi, kita tahu bukan, bahwa faktor yang bisa membuat kita mengenal seseorang dengan baik, bukan hanya di tentukan oleh seberapa lama mereka saling mengenal? Ada faktor yang sangat mempengaruhi hal tersebut. Ialah, kesediaan antara kedua pihak , untuk saling mengenal , dengan baik . Lalu, masih bersediakah kamu mengizinkanku untuk mengenalmu lebih baik?...