Langsung ke konten utama

Mempuisikanmu.

Kamu pernah bertanya, pada bagian apa aku mencintaimu.

I love every piece of you..

Jawabku.

Gombal..

Itu adalah kata-kata mu yang pertama kali keluar - dari-ruang-obrolan-kita- setelah membaca jawabanku.

Hehe.

Seketika aku tersadar.
Bahwa mungkin, aku telah menjadi wanita yang sangat gombal yang pernah kamu temui.

..

Tapi sayang,
Percayakah kau jika ku bilang itu bukan sekedar gombalan?

. . .

Aku,  sangat serius dengan kata-kata ku.

. . .

Aku telah dan sedang jatuh cinta,  pada setiap bagian yang ada pada dirimu.
. . .

Kamu,  sifatmu,  cara berpikirmu, kekurangan dan kelebihanmu,  adalah paket terlengkap yang sangat ku cinta.

. . .

Aku sangat cinta padamu, melebihi kata-kata yang mampu ku ungkapkan..

. . .

Aku-jatuh-cinta-padamu-sayang..
Pada matamu, dan bagaimana cara kau memandang ku.
Pada suaramu,  yang selalu terniang di kepalaku.
Pada senyummu,  yang tak pernah gagal mengalihkan duniaku.
Dan pada bahumu,  tempat ternyamanku.
Bahkan sampai pada aroma tubuhmu,  yang sebenarnya ku tak tahu aroma apa itu.

. . .

Aku jatuh cinta pada setiap bagian yang ada pada dirimu sayang..

Mungkin terdengar berlebihan, namun begitulah adanya..

. . .

Kamu  seperti kamus khusus yang diberikan tuhan kepadaku, sengaja diciptakan untuk menjadi sumber dari  bait-bait puisiku.

. . .

Aku,  adalah wanita yang senang mempuisikanmu.
Merekam dan mengulitimu dalam bait-baitku.

. . .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Last Meeting Theory

  Last Meeting Theory   Kata orang, kita tidak akan pernah tahu kapan sebuah pertemuan akan menjadi yang terakhir kalinya. Theori itu seolah menampar kehidupanku satu per satu. Ia, pertemuan terakhir- tak pernah datang dengan aba-aba, tetapi ia datang selayaknya hari biasa, -yang kemudian menjadi penyesalan yang luar biasa .       Bagian Satu, Mama. Tahun lalu, saat Ramadhan aku pulang. Ku pikir, itu akan cukup untuk menggantikan momen lebaran.   Ku pikir, tiga hari menghabiskan waktu bersama akan cukup untuk mengisi rindu. Ku tawari dia ini dan itu, namun ia tak mau. Ku turuti maunya, lalu kembali pulang -ke rantauan, sambil membawa ijin akan sebuah hobi, yang tadinya tak ia percayai.                             Andai aku tahu bahwa itu lebaran terakhir bersamanya,       ...

Jingga dan senja, adalah kolaborasi yang sempurna.

Kamu tahu jingga? Iya,  jingga adalah warna yang ceria. Warna yang melambangkan kehangatan, kenyamanan dan persahabatan. Setidaknya begitulah arti jingga bagi kebanyakan orang. Namun bagiku,  jingga lebih lengkap dari itu. . . . Dalam jingga,  aku tidak hanya melihat beribu keceriaan, namun juga sejuta senyuman. Olehnya,  orang yang memperhatikannya,  ia tarik kedalam kebahagian, ia ajarkan caranya memberikan senyuman. Perihal kehangatan dan kenyamanan,  jingga dan senja memang juara.  Warna merah yang bercampur kuning itu,  mampu menghipnotisku. Membuatku merasa nyaman dan tentram ketika menikmatinya. Sedangkan tentang tersahabatan, jingga memang sudah lama bersahabat denganku. Dari sebelum aku tahu,  apa sebenarnya jingga itu. ... Berbeda dengan jingga,  senja memiliki arti yang begitu luas bagi orang-orang. Ada yang menilainya romantis,  melankolis, juga puitis. ... Senja,  adalah penghantar dari siang menuju malam...

Happy Birthday ❤

. . . . . . . Jakarta, 22 Maret 2018. Saya tidak menyangka, bahwa ternyata perkenalan kita mampu menembus waktu hingga saat ini . Ini adalah momen kesekian kalinya saya diberi kesempatan oleh Sang Pencipta untuk ikut turut bersyukur, bahwa dihari ini, tepat 21 tahun yang lalu, Sang Pencipta mulai memberi kehidupan kepada seorang anak yang luar biasa. Seorang pria yang tiada lelah membuat saya berfikir, betapa Maha Hebatnya Tuhan karena telah menciptakan sosok pria sepertinya. . . Tuan, mungkin perkenalan kita bisa dibilang belum terlalu lama. Masih butuh beberapa waktu lagi untuk menjadikannya terlihat lama. Tapi, kita tahu bukan, bahwa faktor yang bisa membuat kita mengenal seseorang dengan baik, bukan hanya di tentukan oleh seberapa lama mereka saling mengenal? Ada faktor yang sangat mempengaruhi hal tersebut. Ialah, kesediaan antara kedua pihak , untuk saling mengenal , dengan baik . Lalu, masih bersediakah kamu mengizinkanku untuk mengenalmu lebih baik?...